Spes Non Confundit

Mendiang Paus Fransiskus menetapkan 2025 sebagai Tahun Yubileum yang berlangsung sejak malam Natal 2024 hingga 6 Januari 2026. Menandai tahun penuh rahmat tersebut, Paus Fransiskus menerbitkan Bulla Spes Non Confundit (Harapan Tidak Mengecewakan).

Kini, tahun 2025 sudah berlalu dan berganti Tahun Baru 2026. Masihkah pengharapan yang tak pernah mengecewakan itu berlaku?

Mari kembali pada pesan yang disampaikan Paus Fransiskus dalam Spes Non Confundid (SNC). Pertama-tama, Paus Fransiskus sendiri mengajak kita agar selama Tahun Yubileum yang sudah berlalu kita semua menghidupkan kembali harapan yang bertumpu pada Tuhan Yesus Kristus. Selanjutnya, kita diundang untuk memiliki iman yang teguh dan pengharapan yang kuat bahwa kepastian kasih Tuhan tidak pernah goyah apalagi berubah (SNC 1).

Menanggapi undangan tersebut merupakan tantangan masa depan yang abadi, bahwa kita semua dipanggil dan diutus untuk menempatkan pengharapan dalam konteks misi dan evangelisasi. Artinya, kita diutus untuk membagikan pengharapan kita kepada dan bersama semua orang perihal segala sesuatu yang baik.

Kebaikan itu terutama tampak dalam kehendak untuk saling memaafkan dan mengampuni satu terhadap yang lain. Ini sangat urgen dan signifikan di tengah kehidupan dewasa ini yang kerap diwarnai sikap penuh kebencian dan balas dendam. Itulah yang juga kita alami di tengah kehidupan sosial kita, terutama di media sosial dan merambah ke dalam kehidupan nyata. Bahkan, hal itu tak jarang menimbulkan kegaduhan yang mengecewakan, alih-alih spes non confundit.

Namun justru di sinilah kesejatian spes non confundit mendapatkan tempat istimewa. Memang, pengharapan akan selalu sulit tampak nyata dalam cara pandang sosial ekonomi belaka. Bahkan kita mengalami, menjelang penghujung 2025, di sejumlah wilayah negeri ini mengalami banjir bandang dan tanah longsor yang mencekam.

Bagaimana masih bisa meyakini dan mengimani bahwa spes non confundit. Termasuk pula bahwa ketika tanda-tanda perdamaian, persaudaraan, dan prasyarat kesejahteraan masih jauh panggang dari api akibat perang, konflik, dan bencana ekologis?

Karena itulah, maka, kendati Tahun Yubileum sudah berakhir, perutusan untuk terus mewartakan bahwa spes non confundit tak boleh mandeg. Konsekuensinya, pewartaan pengharapan tidak boleh berhenti hanya sebagai wacana teoretis tanpa keterlibatan pribadi secara langsung dalam kehidupan nyata yang penuh tantangan!

Bersumber dari Tuhan Yesus Kristus yang menjadikan spes non confundit, kita dipanggil dan diutus untuk berjuang terus. Kita dipanggil dan diutus membangun jembatan perdamaian dan persaudaraan juga melalui dialog dan perjumpaan dengan semua orang tanpa diskriminasi, jangan sampai pengharapan digagalkan oleh prasangka dan ketertutupan. Termasuk di dalamnya, pengharapan untuk menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup.

Kendati Tahun Yubileum 2025 berlalu, mari kita maju membawa buah-buah pengharapan untuk memasuki tahun baru 2026. Pada akhirnya iman bahwa spes non confundit bersifat abadi, berlaku kini dan selama-lamanya.

Selamat Tahun Baru 2026. Salam Peradaban Kasih Ekologis. Salam INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan.

Aloys Budi Purnomo Pr

 

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *