Renungan Harian 4 Januari 2026

Minggu, 4 Januari 2026

Hari Raya Penampakan Tuhan

Bacaan I          : Yes. 60:1-6

Bacaan II        : Ef. 3:2-3a,5-6

Bacaan Injil     : Mat. 2:1-12

Peziarahan yang Berpengharapan Bersama Orang Majus

Tahun Yubileum 2025 dimulai secara resmi di Vatikan pada tanggal 24 Desember 2024 dengan pembukaan Pintu Suci (Porta Sancta) oleh Paus Fransiskus pada Misa Malam Natal. Saat ini kita telah, masih dan sedang berada dalam Tahun Yubileum. Selama setahun ini kita disadarkan akan identitas kita sebagai peziarah pengharapan (pilgrims of hope). Penutupan Tahun Yubileum akan dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2026 dengan ditandai penutupan Pintu Suci (Porta Sancta)  di Basilika Santo Petrus Vatikan oleh Paus Leo XIV.

Pada hari ini Gereja Katolik Indonesia merayakan Hari Raya Epifani (Penampakan Tuhan). Kita diingatkan bahwa keselamatan Tuhan diberikan kepada semua bangsa. Tradisi hari raya ini sudah ada di Gereja Timur sejak abad ke-3 untuk mengenangkan Pembaptisan Tuhan. Kemudian mulai abad ke-4 Hari Raya Epifani ini juga dirayakan di Gereja Barat, yang dihubungkan dengan penampakan Kristus pada bangsa-bangsa bukan Yahudi yang diwakili oleh orang-orang Majus.

Merenungkan bacaan Injil hari ini sangat menarik. Di sana ada dinamika perjalanan atau peziarahan orang Majus yang penuh pengharapan, yaitu: mencari, bertanya, menemukan, menyembah, dan pulang lewat jalan lain. Dalam bahasa Yunani kata “majus” (magos) mempunyai arti yang luas, antara lain: imam-imam agama Persia, ahli perbintangan (astrolog) dari Babel, magicians, paranormal, orang bijak, orang pandai. Dalam kisah Injil mereka mewakili semua bangsa bukan Yahudi yang mencari dan mengakui Yesus sebagai Sang Mesias atau Raja.

Karena pengaruh Mzm 72:10 dan Yes 60:3, dalam tradisi liturgi Gereja para majus digambarkan sebagai raja, sehingga Hari Raya Penampakan Tuhan juga disebut Hari Raya Tiga Raja. Dalam Injil tidak disebutkan jumlahnya. Namun karena diceritakan bahwa mereka membawa tiga buah persembahan (emas, kemenyan dan mur) maka muncul dugaan bahwa jumlahnya ada tiga orang. Mereka adalah Melchior (berasal dari Asia), Balthazar (dari Persia), dan Gaspar (dari Etiopia). Ketiganya mewakili tiga ras besar di dunia menurut pandangan pada masa itu.

Mereka mempersembahkan emas, kemenyan dan mur kepada Sang Bayi. Para pujangga Gereja mengartikan persembahan itu sebagai pengakuan akan identitas Sang Bayi. Emas melambangkan martabat dan kemuliaan raja karena hanya rajalah yang memiliki emas secara berkelimpahan. Kemenyan menyimbolkan keilahian karena kemenyan dipergunakan dalam ibadat kebaktian kepada Allah. Mur melambangkan kemanusiaan karena mur dipakai antara lain untuk meminyaki jenazah. Sesudah wafat di salib, jenasah Yesus diminyaki dengan mur oleh Maria Magdalena. Dengan demikian persembahan para majus itu merupakan ungkapan iman mereka bahwa Sang Bayi yang lemah dan sederhana ini sesungguhnya adalah seorang Raja agung. Dia sungguh Allah dan sungguh manusia.

Kisah perjalanan orang-orang majus mencari Sang Mesias adalah simbol sebuah peziarahan manusia mencari dan menemukan Tuhan. Dalam pencarian itu dibutuhkan 4 K, yaitu: Keberanian untuk meninggalkan zona nyaman menuju zona risiko, Kerendahanhati untuk bertanya, Kepekaan untuk menangkap tanda bintang dari Tuhan, dan Ketekunan untuk terus mencari.

Perjumpaan seringkali mengubah dan menjadikan orang kreatif. Berani mencoba jalan lain, jalan alternatif. Maka, benar ungkapan dalam bahasa Jawa berikut ini: Yen ngupadi Gusti ditindakake kanthi tekun, ora wedi karo tukone, lan gelem takon, kita mesthi tekan (Kalau mencari Tuhan dilakukan dengan tekun, tidak takut risiko dan bersedia bertanya, kita pasti akan bisa menemukan-Nya).

Pertanyaan refleksinya, pengalaman mengesan apa yang Anda alami selama Tahun Yubileum ini? Apa yang mau Anda cari pada tahun 2026 ini? Apa yang akan kita persembahkan kepada Tuhan?#

Yohanes Gunawan, Pr

Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya,

Jangli – Semarang

 

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *