Renungan Harian 22 Maret 2022

Hikmah yang dapat kita petik:

Satu, dikisahkan ketika di dalam tanur api, Azarya berdoa: “Janganlah kami Kautolak selamanya demi nama-Mu, dan janganlah Kaubatalkan perjanjian-Mu; janganlah Kautarik kembali dari kami belas kasihan-Mu demi Abraham, kekasih-Mu, demi Ishak, hamba-Mu dan demi Israel, orang suci-Mu.”

Azarya ingat akan kebaikan-kebaikan Tuhan kepada para leluhurnya, pada saat-saat tidak berdaya, dalam bahaya dan nyawanya terancam. Hasilnya: ia tetap hidup dan dapat memberikan kesaksian akan Tuhan yang menyelamatkan.

Hendaknya kita pun ketika berbeban berat/tidak nyaman/kecewa/tidak berdaya, ingat akan pengalaman kebaikan Tuhan, sesama, pasangan hidup, anggota komunitas sehingga bisa bertahan dalam hidup, dan semangat kita tidak mudah untuk dipatahkan.

Dua, dikisahkan bahwa hamba yang berhutang besar itu bersujud dan menyembah tuannya, dan meminta: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya”.

Allah kita dengan segera bertindak tidak memperhitungkan hutang (= dosa, kesalahan atau kejahatan) kita, asalkan kita sungguh-sungguh bersujud dan menyembah (= bertobat dan kembali ke dalam naungan kasih-Nya). Dia tidak berlama-lama mengambil keputusan atas diri kita. Maka hendaknya kita pun berbuat yang sama kepada sesama kita: jangan tunda-tunda umtuk mengampuni, karena sesungguhnya kita dan dia sama-sama menderita. Amin.

Mgr Nico Adi MSC

Bagikan:

Recommended For You

About the Author: redinspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *